Watu Timbang Raung, Batu Raksasa Ukiran Alam yang Megah

0
Salah satu sudut Watu Timbang Raung.

 

Semilir langsung menyambut, saat kita tiba di lokasi ini. Sepoi kesejukan bagai menghapus lelah di sekujur tubuh. Suara-suara burung, seperti sedang mengucapkan selamat datang penuh syahdu.

Tempat ini bernama Watu Timbang Raung. Batu raksasa, ukiran alam yang terlihat megah dan orisinil. Berada di wilayah Kengko-Rego, Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar)-Flores-NTT.

Lokasi ini menjadi spot menarik bagi anda yang suka memburu keaslian suasana alam. Buat anda yang hobinya jalan-jalan sambil “menyantap” keindahan alam, tempat ini bisa menghilangkan dahaga wisata anda.

Selain ukurannya yang raksasa, ketinggian batu di lokasi ini bisa mencapai ratusan meter. Ukurannya yang besar dan tinggi, membuatnya mudah dilihat dari kejauhan.

Batu besar berjejer keliling dengan bentuk yang cukup unik, disempurnakan dengan pepohonan rimbun yang tumbuh di sekitarnya, memperjelas kemolekan tempat ini. Ruas jalan di antara jejeran batu, menambah panorama yang disajikan.

Lokasi ini masih asli dan terpelihara baik. Bila ingin ke puncak batu, anda mesti mencari pemandu dari warga setempat yang menguasai kondisi tempat ini. Berada di puncaknya, seperti sedang melayang-layang di atas awan. Hamparan pemandangan alam, termasuk sawah, kebun beserta sejumlah tanaman dan perkampungan, begitu mudah dipandang.

“Ini namanya Watu Timbang Raung. Tempat ini punya cerita masa lalu, bersejerah,” kata seorang warga asal Kampung Kengko-Rego.

Dari beberapa tuturan warga, konon di batu besar dan tinggi itu, ada warga pada zaman dulu yang berhasil memanjatnya demi menghapus utang.

Menuju lokasi itu bisa diakses dengan kendaraan dari beberapa arah. Antara lain, lewat jalur Labuan Bajo – Terang – Rego, bisa juga lewat Ruteng – Reo – Rego, atau melalui Ruteng – Cancar – Rego. Bila berangkat melintasi Cancar, maka untuk bisa sampai di spot tersebut sekitar 4  jam.

Sepanjang perjalanan, panoram indah gampang disaksikan. Sawah, lembah, bukit, gunung  yang  rimbun dan hijau, memanjakan mata. Selain itu, kita menyaksikan langsung tanaman kopi, kakao, cengkeh, kemiri dan sejumlah tanaman lain di kebun petani.

Di beberapa kampung, aktivitas warga yang sedang menjemur biji kopi, kakao, cengkeh dan kemiri pada halaman rumah mereka, melengkapi indahnya suasana perjalanan.

Warga menamai kendaaraan ini Oto Kol, salah satu alat transportasi menuju kota kabupaten.

Beberapa kampung yang dilewati, antara lain Golowelu, Dahang, Lambur, Nao, Hawe, Gonggo, Ngalo, Helung, Pacar, Hita, Doro dan masih banyak lagi. Masyarakatnya ramah, selalu menyapa sambil melempar senyuman. Anda tentu tak akan tersesat, karena bila bertanya, pasti warga menunjuk arah tujuan perjalanan anda dengan penuh ketulusan.

Akses jalan ke lokasi itu masih butuh perbaikan dan penataan secara maksimal. Pemerintah diharapkan memperbaiki dan menatanya, demi memberi kelancaran dan kemudahan menuju sejumlah spot indah yang tersebar di wilayah itu.

Ayo ke Flores, jangan lupa mampir di Watu Timbang Raung. (Obeth Sabu)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here