Proyek Pembangunan Bandar Udara Komodo Dibahas di Pertemuan Internasional di Inggris

0
Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Flores. (Foto: Facebook Awan Kencono)

LABUAN BAJO, VISTABEOGE.COM – Rencana pembangunan Bandar Udara Internasional Komodo Labuan Bajo, Flores, NTT menjadi salah satu dari 4 proyek pembangunan dalam bidang transportasi yang dibahas dalam pertemuan Business Luncheon: Transportation Investment Opportunity in Indonesia, Senin (27/11) di JW Marriot Hotel London, Inggris.

3 proyek pembangunan lainnya antara lain Pelabuhan Kuala Tanjung, Program strategic partnership Bandara Internasional Kualanamu dan Transit Oriented Development (TOD) di beberapa wilayah di Indonesia.

Rencana proyek itu disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di hadapan para pengusaha yang tergabung dalam UK-ASEAN Business Council. Business Luncheon: Transportation Investment Opportunity in Indonesia sendiri sebenarnya merupakan salah satu item acara dalam Sidang International Maritime Indonesia (IMO) Assembly ke 30 yang dimulai pada Senin (27/11).

Menhub Budi mengatakan bahwa para pengusaha yang tergabung dalam UK-ASEAN Business Council minati kerjasama investasi infrastruktur sektor transportasi di Indonesia.

“Ini adalah sesuatu hal yang sangat baik untuk Indonesia karena dengan adanya minat dari anggota UK-ASEAN Business Council untuk berinvestasi di sektor transportasi di Indonesia telah menunjukan bahwa mereka percaya dengan iklim investasi di Indonesia yang terus membaik,” ujarnya seperti dilansir laman resmi Kemenhub.

Di hadapan 25 orang anggota UK-ASEAN Business Council, Menhub berharap melalui Business Luncheon ini dapat menarik minat perusahaan dan stakeholder Inggris dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Melalui acara ini, hubungan baik bilateral dua negara yakin Indonesia dan Inggris dapat terus kuat di masa yang akan datang terutama sektor transportasinya,” ujar Menhub.

Pada kesempatan tersebut, Menhub juga menyampaikan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menyeimbangkan distribusi barang antara wilayah Indonesia bagian Barat dengan Indonesia bagian Timur yang tentunya akan menurunkan disparitas harga untuk kedua wilayah tersebut.

“Bahwasanya, transportasi memegang peranan penting dalam menumbuhkan sektor ekonomi suatu wilayah. Untuk itu, Pemerintah Indonesia menempatkan pembangunan transportasi sebagai prioritas utama dalam agenda nasional pemerintahan Joko Widodo. Oleh karenanya, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menawarkan sejumlah proyek strategis untuk peningkatan sarana dan prasarana transportasi di Indonesia seperti Bandara, Pelabuhan dan Perkeretaapian,” ujar Menhub.

Menhub menawarkan 4 proyek utama dalam sektor transportasi di Indonesia yang sudah direncanakan untuk segera dibangun yaitu pembangunan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung, pembangunan Bandara Labuan Bajo, Program strategic partnership Bandara Internasional Kualanamu dan Transit Oriented Development (TOD) di beberapa wilayah di Indonesia.

“Pelabuhan Kuala Tanjung akan dibangun sebagai hub port untuk menangani liquid bulk cargo (CPO), dry bulk cargo, general cargo dan kontainer untuk provinsi Sumatra Utara dan Aceh. Estimasi pekerjaan proyek ini adalah sekitar USD 2,8 Triliun dengan target penandatanganan kontrak di tahun 2019,” kata Menhub.

Sedangkan untuk pembangunan Bandara Labuan Bajo, menurut Menhub saat ini masih dalam tahapan preliminary analysis dan pre-feasibility studi, Outline Business Case dan final Business Case yang akan dimulai pada awal 2018.

“Strategic Partnership Program Bandara Internasional Kualanamu diusulkan oleh Pemerintah Indonesia dan ditindaklanjuti oleh PT. Angkasa Pura II (AP II) yang berlokasi di Deli Serdang, dan memainkan peranan strategis sebagai South East Asia’s International Hub,” kata Menhub.

Menhub juga mengatakan bahwa bukan hanya pelayanan transportasi udara, AP II akan membangun Bandar Kualanamu sebagai airport city, suatu konsep yang mengintegrasikan para penumpang dan kargo serta mendorong fungsinya sebagai International Country Hub di Indonesia.

“Yang terakhir, Kementerian Perhubungan menawarkan proyek dengan sistem Transit Oriented Development (TOD) untuk wilayah di Indonesia seperti di Poris Plawad (Tangerang) dan Depok. Proyek ini diharapkan dapat memfasilitasi akses terhadap pergeseran angkutan umum sehingga mendorong perpindahan kendaraan pribadi untuk beralih menggunakan transportasi massal khususnya di wilayah Poris Plawad dan Depok,” ujar Menhub Budi.

Nantinya, kolaborasi internasional dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur transportasi tersebut akan meningkatkan pelayanan publik kepada para pengguna jasa transportasi yang pada akhirnya dapat menjadi lebih kompetitif dan bersaing.

“Kerjasama dengan investor asing dilakukan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, status aset tetap dikuasai dan dimiliki negara,” ujar Menhub.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here