Mari Berinvestasi di Labuan Bajo, Jangan Ragu soal Listrik

0
Pemandangan Dermaga Labuan Bajo, FLores
Pemandangan Dermaga Labuan Bajo, FLores

Listrik di Labuan Bajo memang masih menjadi tantangan dalam urusan investasi, khususnya investasi pariwisata. Namun, jangan ragu! Ada jaminan jaringan listrik akan aman di Labuan Bajo.

Mentari sejak tadi meninggalkan ufuk timur, beranjak pelan makin meninggi sembari mengirim rasa panas. Satu demi satu, orang berdatangan ke tempat itu. Tak lama berselang, kursi di ruangan tersebut dipenuhi sejumlah pengusaha, pejabat pemerintah serta komponen lain.

Walau sang surya makin memanjat tinggi di langit biru, namun hawa di tempat itu terasa sejuk dihembus pelan angin laut. Pepohonan yang berjejer rapi di sekitarnya, setia mengusir hawa panas dan kepenatan.

Beberapa saat kemudian, Customer Gathering PT PLN (Persero) Wilayah NTT, dimulai. Kegiatan tersebut berlangsung di ruangan terbuka pada halaman belakang, Hotel Jayakarta Labuan Bajo, Rabu (13/9/2017).

General Manager (GM) PLN NTT, Christyono, saat itu memastikan bahwa ketersediaan cadangan daya listrik di Labuan Bajo sekarang ini mencukupi. Hanya saja, sesekali sistem penyaluran dan distribusi menghadapi masalah tekhnis, seperti ada dahan pohon yang jatuh mengenai kabel jaringan listrik sehingga mendadak mati.

Dia menyampaikan, bagi para calon investor yang hendak berinvestasi atau mengembangkan bisnis di Labuan Bajo dan sekitarnya, tidak perlu ragu dan kwatir dengan keadaan listrik PLN di Labuan Bajo.

“Saat ini sudah tidak terjadi devisit, namun kami sadar bahwa selain sistem pembangkit, ada sistem penyaluran dan distribusi. Kalau cukup di pembangkit tetapi ada masalah di penyaluran, maka bisa terjadi pemadaman tetapi bukan devisit,” kata Christyono.
Acara hari itu kata dia, untuk meningkatkan komunikasi antara PLN dengan pelanggan. Termasuk mendengar keluhan pelanggan, dalam rangka peningkatan pelayanan.
Dijelaskannya, ketersediaan listrik di Labuan Bajo selalu diperhatikan karena daerah tersebut merupakan tujuan wisata dunia. Hal itu berpengaruh langsung pada cepatnya pertumbuhan wisata, terutama tumbuhnya pusat perekonomian baru. Dengan demikian, kebutuhan listrik juga terus meningkat.

“Untuk Labuan Bajo dan Flores umumnya, sistem yang dipakai adalah masih sistem setempat. Ada di Labuan Bajo, ada di Ruteng, Ende dan lainnya,” kata Christyono.
Mesin listrik PLN Rayon Labuan Bajo kata dia, daya mampu pada beban puncak sebesar 6 MW. Sedangkan daya mampu mesin 10 MW. Dengan demikian ada 4 MW cadangan.
Proyek listrik di Rangko-Labuan Bajo yang sedang berlangsung saat ini menurutnya, akan berpengaruh pada semakin mudahnya pelayanan listrik mulai tahun 2018.
Nantinya juga kata Christyono, sistem listrik di Flores akan dibangun transmisi dari Larantuka sampai Labuan Bajo. Semua pembangkit akan terkoneksi. Energi listrik akan disalurkan lewat transmisi.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Manajer Mekanisme Niaga PLN Wilayah NTT, FX Eka Wijayanto, mengingatkan agar para calon pelanggan PLN tidak mudah percaya pada oknum-oknum yang berjanji bisa mengurus kebutuhan listrik dalam waktu singkat.

“Bisa buka web kami atau hubung lewat call centre. Jangan percaya kalau ada oknum yang janji bisa mempercepat. Silahkan datang saja ke Kantor PLN,” kata Eka.

Beberapa pelanggan yang hadir dalam acara hari itu, menyampaikan harapannya masing-masing kepada PLN. Diantaranya berharap agar PLN tidak menancap tiang listrik pada ruang milik jalan dalam pekerjaan perluasan jaringannya. Harapan lainnya agar pemasangan daya 11 ribu untuk pelanggan, bisa terpenuhi oleh PLN. (vistabeoge)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here