Jembatan Selfie, Jendela Menatap Panorama Labuan Bajo

0
Jembatan Selfie atau Bridge Selfie di Labuan Bajo, Flores.
Jembatan Selfie atau Bridge Selfie di Labuan Bajo, Flores. Foto: Vistabeoge

Bridge Selfie atau jembatan selfie merupakan tempat khusus untuk berfoto-foto. Dari jembatan ini, panorama bahari Labuan Bajo bisa dinikmati sepuas mungkin. Jembatan ini bagai jendela yang bisa menatap semua panorama alam Labuan Bajo.

Kapal-kapal wisata yang berjejer acak, berbagai bentuk dan warna, menghiasi pantai Labuan Bajo. Pulau-pulau kecil, termasuk Pulau Komodo dan Pulau Rinca serta beberapa pulau lain, bisa dilihat dari jembatan ini.

Baca juga: Cari Kompiang di Labuan Bajo? Ini Tempatnya

Jembatan selfie itu berada di lantai empat bangunan Eco Tree Otel yang merupakan hotel baru di Labuan Bajo, atau di dekat restoran Tree Top yang masih merupakan bagian dari hotel itu.

Selain jembatan selfie yang menyerupai dermaga kayu itu, ruangan santai untuk duduk-duduk juga disiapkan di dekatnya yang didesain dalam satu kesatuan.

Beberapa meja dan kursi kayu tertata rapi di jembatan itu. Letak jembatan di ketinggian pada lantai empat bangunan tersebut bagai jendela kota. Jendela yang mampu menangkap semua pemandangan alam di kota pariwisata itu.

Bukan hanya keindahan pulau dan kapal-kapal pesiar yang bisa ditangkap dari jembatan ini. Namun aktivitas di pelabuhan serta hiruk-pikuk sejumlah skoci yang lalu-lalang, langsung dapat ditangkap mata.

Letaknya yang berada tepat di pinggir pantai, memberi pesona yang memanjakan mata.

“Artis Desy Ratnasari dan juga Nicholas Saputra sempat datang selfie di jembatan ini, saat mengunjungi Labuan Bajo pada bulan Juni lalu. Bridge selfie sengaja kami buat untuk tempat berfoto-foto dengan latar belakang keindahan alam Pantai Labuan Bajo,” kata pemilik Eco Tree Otel, Matheus Siagian yang ditemui di tempat itu, Sabtu (29/7/2017).

Selain hotel lantai tiga yang terdiri dari 17 kamar, restoran yang menyiapkan menu barat dan lokal juga ada di tempat ini. Restaurant Tree Top namanya.

Suasana di Tree Top Restaurant Labuan Bajo.
Suasana di Tree Top Restaurant Labuan Bajo.

“Menu andalan di restoran ini adalah ayam goreng bawang dan mie goreng seafood. Kadang-kadang ada pengunjung yang minta dibungkus untuk bawa ke Kupang atau ke kota lainnya. Harga menu makanan berkisar antara Rp 30 ribu sampai Rp 60 ribu per porsi. Sedangkan untuk hotel, harganya berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu per malam per kamar,” kata Mateus.

Konsep bangunan hotel dan restoran itu adalah ramah lingkungan. Menggunakan tenaga surya untuk pendingin ruangan di lima kamar. Pembuangan dari pendingin itu diolah lagi menjadi air panas untuk mandi.

“Untuk semua kebutuhan energi di hotel, kami hanya membutuhkan listrik 15 ribu watt. Per kamarnya hanya 8 ratus watt. Kebutuhan AC disesuaikan per kamarnya,” tutur Mateus.

Lukisan pria dan wanita Manggarai dengan latar belakang rumah tradisional Waerebo yang terdapat di Eco Tree Otel Labuan Bajo.

Bangunan hotel dan restoran tersebut berbahan dasar kayu lokal. Bahkan seluruh atapnya dari kayu. Bentuknya perpaduan antara rumah tradisional dan rumah modern.

“View yang paling cantik adalah saat matahari terbenam. Matahari seperti terbenam di antara kapal-kapal wisata,” kata Mateus.

Eco Tree Otel mempekerjakan 12 orang. Sedangkan Tree Top Restaurant mempekerjakan 24 orang.

“Kami menerapkan pola kekeluargaan. Jadi antara sesama karyawan dan pemimpinnya dianggap sebagai keluarga sendiri,” kata Mateus.

Pengunjung sedang menikmati menu makanan di restoran Eco Tree Otel Labuan Bajo.

Tempat ini berada tepat di jantung kota Labuan Bajo, yakni di ruas jalur jalan utama antara Kampung Ujung dan Pertigaan Pede. Di dekat itu banyak penyedia jasa diving dan snorkeling; mini market; bank dan Kantor Pos. Dekat juga dengan rumah sakit serta pelabuhan.

Selfie yuk! (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here