Cara Marselis Memperkenalkan Potensi Pariwisata di Matim

0
Kapolres Manggarai, AKBP Marselis Sarimin (Tengah, Pakai Topi). Foto: NTTsatu.com

MATIM, VISTABEOGE.COM – Pikiran konstruktifnya disampaikan singkat dan padat namun bermakna mendalam. Pria enerjik yang tegas ini, suka berdiskusi dan berbagi konsep dengan siapa saja, terlebih dengan kaum muda. Baginya, berdiskusi adalah ajang saling bertukar gagasan, khususnya dalam konteks pembangunan daerah yang berkualitas dan elegan.

Sosok yang berpengalaman ini, punya kepedulian tinggi untuk memajukan daerah, salah satunya dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Dia adalah AKBP Marselis Sarimin. Selain total mengabdi dan menjalankan tugasnya sebagai Kapolres di Kabupaten Manggarai, dia juga berinisiatif untuk menyelenggarakan Jelajah Manggarai Timur dan Manggarai.

Kapolres Manggarai, AKBP Marselis Sarimin. Foto: vistabeoge.com

Jelajah itu tujuan utamanya adalah untuk melihat langsung potensi pariwisata, lalu memperkenalkannya kepada masyarakat luas. Untuk memperkenalkannya, dia melibatkan jurnalis. Selain itu, juga melibatkan sejumlah kaum muda yang kreatif memanfaatkan media sosial, untuk menyebarluaskan obyek wisata di Mangggarai dan Manggarai Timur.

“Jelajah itu tujuannya agar semua potensi pariwisata bisa kita ketahui, lalu kita memperkenalkannya kepada masyarakat luas. Potensi wisata yang kita miliki harus terus digarap agar lebih bermanfaat bagi masyarakat,” kata Marselis, saat ditemui di Ruteng (9/9/2017).

Untuk menyukseskan event tersebut, tim survei sudah mengunjungi langsung sejumlah lokasi yang akan dilalui para peserta jelajah.

Ada tiga etape yang rencananya akan dilewati para peserta jelajah, etape satu meliputi Ruteng-Reo-Dampek-Pota. Peserta jelajah akan inap di Buntal. Etape dua, yakni Buntal-Pota-Rana Kulang- Elar-Mukun. Tempat bermalamnya di Mukun, setelah peserta melintasi etape dua. Sedangkan etape ketiga, yaitu Mukun-Pangleleng-Ritapada-Waelengga- Tanjung Bendera-Borong-Ruteng.

Saat finish di Ruteng, diisi dengan acara peresmian Ojek Wisata Wae Rebo (OWW). Sedangkan kegiatan lain, mulai etape pertama hingga etape akhir, yaitu pemutaran film motivasi atau inspirasi yang kaya akan unsur edukasi; kunjungan ke obyek wisata; pembagian buku tulis dan buku bacaan; penyuluhan pertanian, tanaman hortikultura dan peternakan; bhakti sosial di rumah ibadah serta kegiatan lainnya.

Peserta diperkirakan ratusan orang, paling lama Bulan Oktober 2017 ini,  jelajah tersebut akan diselenggarakan. Tim kerja masih menyesuaikan waktu yang tepat agar pelaksanaan jelajah berjalan lancar.(vistabeoge)

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here